
Dalam melakukan transaksi,sering terjadi adanya transaksi sesama group di perusahaan,atau yang mempunyai hubungan darah, yang kita kenal dengan transaksi hubungan istimewa. Baik dari sisi PSAK dan Perpajakan ada membahas tentang hal ini.Dalam PSAK 224 (Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi), bahwa pihak yang memiliki hubungan istimewa atau berelasi adalah:
- Hubungan dengan pihak-pihak berelasi merupakan suatu kareteristik normal dari perdagangan dan bisnis.Sebagai contoh, entitas sering melaksanakan bagian kegiatannya melalui entitas anak,ventura bersama, dan entitas asosiasi (par 5).
- Suatu hubungan dengan pihak-pihak berelasi dapat berpengaruh terhadap laba rugi dan posisi keuangan entitas.Pihak-pihak berelasi dapat menyepakati transaksi dimana pihak-pihak yang tidak berelasi tidak dapat melakukannya (par 6).
- Laba rugi dan posisi keuangan entitas dapat dipengaruhi oleh pihak-pihak berelasi bahkan jika transaksi dengan pihak-pihak berelasi tidak terjadi sekalipun (par 7).
- Anggota keluarga dekat dari individu adalah anggota keluarga yang mungkin mempengaruhi atau dipengaruhi oleh orang tersebut dalam hubungan mereka dengan entitas (par 9).
Sedangkan dari sisi Perpajakan juga di aturin tentang hubungan istimewa ini. Pada PMK 172/2023 Bab II, Pasal 2 mengatakan bahwa hubungan istimewa itu terjadi karena:
- Hubungan istimewa merupakan hubungan istimewa sebagaimana diatur dalam:
a. Undang-Undang tentang Pajak Penghasilan; dan
b. Undang-Undang tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah. - Hubungan istimewa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan keadaan ketergantungan atau keterikatan satu pihak dengan pihak lainnya yang disebabkan oleh:
a. kepemilikan atau penyertaan modal;
b. penguasaan; atau
c. hubungan keluarga sedarah atau semenda. - Keadaan ketergantungan atau keterikatan antara satu pihak dan pihak lainnya sebagaimana dimaksud pada
ayat (2) merupakan keadaan satu atau lebih pihak:
a. mengendalikan pihak yang lain; atau
b. tidak berdiri bebas, dalam menjalankan usaha atau melakukan kegiatan. - Hubungan istimewa karena kepemilikan ataupenyertaan modal sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a dianggap ada dalam hal:
a. Wajib Pajak mempunyai penyertaan modal langsung atau tidak langsung paling rendah 25% (dua puluh lima persen) pada Wajib Pajak lain; atau
b. hubungan antara Wajib Pajak dengan penyertaan paling rendah 25% (dua puluh lima persen) pada 2(dua) Wajib Pajak atau lebih atau hubungan di antara 2 (dua) Wajib Pajak atau lebih yang disebut terakhir. - Hubungan istimewa karena penguasaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b dianggap ada dalam hal:
a. satu pihak menguasai pihak lain atau satu pihak dikuasai oleh pihak lain, secara langsung dan/ atau tidak langsung;
b. dua pihak atau lebih berada di bawah penguasaan pihak yang sama secara langsung dan/ atau tidak langsung;
c. satu pihak menguasai pihak lain atau satu pihak dikuasai oleh pihak lain melalui manajemen atau penggunaan teknologi;
d. terdapat orang yang sama secara langsung dan/ atau tidak langsung terlibat atau berpartisipasi di dalam pengambilan keputusan manajerial atau operasional pada dua pihak atau lebih;
e. para pihak yang secara komersial atau finansial diketahui atau menyatakan diri berada dalam satu Grup Usaha yang sama; atau
f. satu pihak menyatakan diri memiliki hubungan istimewa dengan pihak lain. - Hubungan istimewa karena hubungan keluarga sedarah atau semenda sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c dianggap ada dalam hal terdapat hubungan keluarga baik sedarah maupun semenda dalam garis keturunan lurus dan/atau ke samping satu derajat.